Bismillah..
Beberapa minggu yang lalu (saat ini hari ketiga di tahun yang baru 2013), anak saya yang kedua (Faruq, umur 9 bulan) terserang demam. saat itu diukur dengan termometer oleh istriku mencapai hampir 39 derajat celcius. demam tersebut terjadi hampir selama 2 hari 2 malam. selama waktu tersebut, kami (saya dan isteri) secara (tidak terlalu) rutin mengecek suhu badan anak saya tersebut dengan termomoter yang kami miliki, dan hasilnya tidak jauh dari angka 38,6 - 38,9 derajat celcius.
Dengan kondisi demam seperti itu tentu saja terjadi perubahan tingkah laku pada anak saya tersebut, tetapi satu hal yang membuat kami gembira adalah meskipun anak saya sedang demam tetapi pola dan porsi makannya tidak terlalu berubah (artinya tetep mau makan). Sampai dengan hari kedua, saya tidak melakukan apapun terhadap anak saya (artinya memberikan pengobatan, pen), kecuali ASI yang masih setia diberikan oleh istri saya dan tentu saja doa kepada Robb yang Maha Menyembuhkan. Melihat keadaan yang dialami anak saya tersebut, kami (saya dan istri) sebenarnya berada dalam kondisi harap dan cemas.
Sampai kemudian, saat itu kebetulan hari libur di bulan desember (liburan 4 hari, hanya di rumah saja merawat anak), saya memberanikan diri untuk mempraktekkan ilmu (tips) yang saya terima hasil dari melanglang buana (yak elah...) membaca majalah BEKAM. Sebenarnya tips ini sudah saya sampaikan kepada istri saya sejak awal-awal anak saya demam, tetapi istri saya belum "merestui"nya, dan saya maklum dengan hal tersebut. saat itu, saya tidak tau persisnya apakah itu sudah hari kedua atau ketiga (karena anak saya demamnya dimulai malam hari). Seperti biasanya anak saya setiap hari dimandikan dengan air hangat. Khusus pada hari itu saya berikan surprise kepada anak saya yang sedang demam, yaitu dimandikan dengan AIR DINGIN (maaf, bukan air dari kulkas ya, tapi air biasa -tidak hangat-).
Tips ini saya baca di majalah BEKAM. Untuk meredakan panas anak, mandikan anak tersebut dengan air dingin (sekali lagi bukan air es/kulkas), insyaAllah reda. sebenarnya tips ini adalah salah satu pengamalan dari hadist Nabi Muhammad sallallahu 'alaihi wa sallam (saya copaskan dari muslimafiyah.com) yaitu:
Dari nafi’, dari ‘Umar radhiallahu ‘anhu bahwa Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
عن نافع، عن ابن عمر، أن النبي صلى الله عليه وسلم قال:
«إنما الحمى أو شدة من فيح جهنم، فأبردوها بالماء»
”Sesungguhnya demam atau demam yang sangat adalah sebagian dari aroma neraka jahannam;maka dinginkanlah ia dengan air”. [mutafaqun alaihi].
Berbekal keyakinan akan hal tersebut, tips ini saya praktekkan dan tentu saja ini hanyalah bagian dari tawakkal saya kepada Allah, Robb yang Maha Menyembuhkan, agar dapat menganggkat demam yang sedang menimpa anak saya, karena Allah lah yang menyembuhkan ( wa idzaa maridtu fa huwa yasfiin). Saat itu, karena saya tinggal mengontrak di jakarta yang tidak ada sumurnya, saya meminta air sumur dari tetangga saya, kemudian saya mandikan anak saya dengan air sumur tersebut. saya yang memandikan meskipun biasanya istri saya yang biasa memandikan, karena istri saya tidak tega melihat anak saya akan dimandikan tidak dengan air hangat. Saya siramkan sedikit demi sedikit, dimulai dari kaki, kemudian ke badan kemudian seluruh kepala. Sehabis dimandikan (saat itu mandi pagi, jam 9-nan), kondisi anak saya masih demam. Sore harinya saat mandi sore, anak saya saya mandikan lagi dengan air biasa (air pam), dan qaddarullah dengan izin Allah pada malam harinya demam/panas anak saya tersebut reda. Alhamdulillah..
Itulah tips dari saya, yang saya sendiri sudah mempraktekkannya. Ingatlah saudaraku, yang lebih penting dari itu adalah tentang keyakinan kita bahwa YANG MENYEMBUHKAN PENYAKIT ADALAH ALLAH, bukan dokter, bukan obat, bukan pijat, dll... Maka, manakala kita berobat, baik kepada dokter, herbalis, tukang urut, dll, yakinkalah bahwa yang kita lakukan hanyalah sebagai salah satu usaha tawakkal kita agar dapat sembuh dari suatu penyakit, sementara penyembuhan itu sendiri adalah MUTLAK milik ALLAH semata.
Ada salah kata, saya mohon maaf...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar